Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Tuesday, September 13, 2016

Sejarah dan Rahasia Dibalik Natal 25 Desember

Sejarah dan Rahasia Dibalik Natal 25 Desember



Jamil 21 - Bismillahirrahmanirrahim. 2 hari besar yang sangat ditunggu banyak orang, terkhusus umat Kristen, yaitu hari Natal dan Tahun Baru. Untuk kesempatan kali ini saya berbagi kepada anda "Sejarah dan Rahasia Dibalik Natal 25 Desember". Apa sejarah hari natal tanggal 25 desember ? Berikut sejarahnya hari natal :


A. Sejarah 

Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember. Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen pada bulan Desember. Dewasa ini umum diterima bahwa perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah penerimaan ke dalam gereja tradisi perayaan non-Kristen terhadap (dewa) matahari: Solar Invicti (Surya tak Terkalahkan), dengan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Surya Agung itu sesuai berita Alkitab

Ada pendapat yang berkata bahwa tanggal 25 Desember bukanlah tanggal hari kelahiran Yesus. Pendapat ini diperkuat berdasarkan kenyataan bahwa pada malam tersebut para gembala masih menjaga dombanya di padang rumput.(Lukas 2:8).

Pada bulan Desember tidak mungkin para gembala masih bisa menjaga domba-dombanya di padang rumput sebab musim dingin pada saat tersebut telah tiba jadi sudah tidak ada rumput yang tumbuh lagi. Para pendukung tanggal kelahiran bulan Desember berpendapat meski musim dingin, domba-domba tetap tinggal di kandangnya di padang rumput dan tetap dijaga oleh gembala, dan meski tidak ada rumput, padang rumput tetaplah disebut padang rumput.

Ada juga pendapat yang berkata bahwa perayaan Natal bersumber dari tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnus jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, atas dorongan dari kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama. Namun pandangan ini disanggah oleh Gereja Ritus Timur, karena Gereja Ritus Timur sudah merayakan kelahiran Yesus sejak abad ke-2, sebelum Gereja di Roma menyatakan perayaan Natal pada tanggal 25 Desember.

Oleh karena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal karena dianggap berasal dari tradisi kafir Romawi, yaitu aliran Gereja Yesus Sejati, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Gereja Baptis Hari Ketujuh, Perserikatan Gereja Tuhan, kaum Yahudi Mesianik, dan Gereja Jemaat Allah Global Indonesia. Saksi-Saksi Yehuwa juga tidak merayakan Natal.

Ada sejumlah naskah kuno yang mencatat bahwa Yesus ditempatkan di rahim Maria tanggal 25 Desember. Penafsiran Kitab Hagai mengindikasikan tanggal itu merupakan tanggal datangnya Yesus ke dalam rahim Maria, yaitu Hagai 2:18-20:
“Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!”
Tanggal 24 bulan ke-9 (Kislev) dalam kalender Yahudi jatuh sekitar tanggal 25 Desember dalam kalender Gregorian.

Meskipun kapan Hari Natal jatuh masih menjadi perdebatan, agama Kristen pada umumnya sepakat untuk menetapkan Hari Natal jatuh setiap tanggal 25 Desember dalam Kalender Gregorian ini didasari atas kesadaran bahwa penetapan hari raya liturgis lain seperti Paskah dan Jumat Agung tidak didapat dengan pendekatan tanggal pasti namun hanya berupa penyelenggaraan kembali acara-acara tersebut dalam satu tahun liturgi, yang bukan mementingkan ketepatan tanggalnya namun esensi atau inti dari setiap peringatan tersebut untuk dapat diwujudkan dari hari ke hari.

B. Rahasia 

Perayaan natal 25 Desember itu berasal dari perayaan kaum pagan Roma Kuno (Romana), bukan Yunani (Greek). Jerusalem dan sekitarnya di masa sebelum dan setelah Nabi Isa a.s lahir berada di bawah kekuasaan kerajaan Romawi.

Bangsa Romawi ketika itu memeluk agama pagan dengan memuja dewa-dewi yang jumlahnya sangat banyak dan terkenal sangat mengumbar kesenangan ragawi. Mereka menganggap raga yang sempurna, kecantikan lahiriah, sangat penting dan kenikmatan ragawi merupakan kenikmatan yang harus dikejar selama-lamanya. Sebab itu, lelaki Roma sangat gandrung pada olahraga yang bisa membentuk kekuatan fisik, memperbesar otot-otot badannya, dan juga merawat seluruh tubuhnya. Sekarang, kebiasaan lelaki Roma ini diwarisi oleh apa yang disebut sebagai Pria Metroseksual.

Sedangkan perempuan Roma, juga sangat memelihara tubuhnya dan sisi sensualitasnya. Mereka akan sangat bangga jika dikejar-kejar banyak pria. Bahkan bukan rahasia lagi jika perempuan Roma saat itu belomba-lomba untuk dijadikan “piala bergilir” para lelaki Roma. Tanggal 14 Februari selalu ditunggu-tunggu oleh mereka untuk memuaskan hasrat rendahnya dengan menggelar pesta syahwat di seluruh kota. Inilah yang sekarang dirayakan banyak orang sebagai Hari Valentine, yang sesungguhnya berasal dari Hari Perayaan Perzinahan.

Keyakinan inti pagan Roma itu berasal dari dua sumber, yakni tradisi Osirian Mesir kuno dan ilmu-ilmu sihir Babylonia. Keduanya bergabung dan sekarang dikenal sebagai Kabbalah. Mereka memiliki hari-hari istimewa yang dirayakan setiap tahun, termasuk tanggal 25 Desember yang dirayakan sebagai Hari Kelahiran anak Dewa Matahari atau Sol Invictus. Sebagian ahli menganggap istilah “Anak Dewa Matahari” itu dinisbatkan pula kepada Namrudz, Raja Babylonia, yang mengejar-ngejar Nabi Ibrahim a.s.

Mereka percaya, anak Dewa Matahari ini lahir di hari Minggu. Sebab itu mereka menamakan hari Mingu sebagai Sun Day, Hari Matahari. Mereka juga beribadat di hari tersebut. Semua ini diadopsi kekristenan sampai sekarang.

Hari Natal memiliki arti sebagai Hari Kelahiran. Hanya Gereja Barat yang merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, sedangkan Gereja Timur tidak mengakui Natal pada 25 Desember tersebut. Lucunya, di tahun 1994, Paus Yohanes Paulus II sendiri telah mengumumkan kepada umatnya jika Yesus sebenarnya tidak dilahirkan pada 25 Desember. Tanggal itu dipilih karena merupakan perayaan tengah-musim dingin kaum pagan. Saat itu umat Katolik gempar, padahal banyak sejarawan telah menyatakan jika 25 Desember tersebut sebenarnya merupakan tanggal kelahiran banyak dewa pagan seperti Osiris, Attis, Tammuz, Adonis, Dionisius, dan lain-lain.

Kisah yang sesungguhnya tentang hari Natal bisa kita cari di internet, antara lain tulisan yang dibuat oleh Pastor Herbert W. Amstrong, sejarawan Kristen yang menentang banyak hal tentang Natal pada tanggal 25 Desember. Yang banyak orang tidak mengetahui, keseluruhan dasar bangunan kekristenan sekarang ini sesungguhnya dibangun atas kerangka dasar ritus pembaharuan Osirian di Mesir kuno. Beberapa di antaranya adalah:

Pertama, Yesus dianggap anak Allah, ini sama dengan keyakinan kultus Dionisius yang sudah ada berabad sebelum Yesus lahir.

Kedua, Yesus dilahirkan di kandang, ini sama seperti kisah Horus yang lahir di kuil-kandang Dewi Isis.

Ketiga, Yesus mengubah air menjadi anggur dalam perkawinan di Qana, ini sama seperti apa yang dilakukan Dionisius.

Keempat, Yesus membangkitkan orang dari kematian dan menyembuhkan si buta, ini sama seperti Dewa Aesculapius;

Kelima, Yesus diyakini bangkit dari kematian di makam batu, sama seperti Mithra.

Keenam, Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan roti dan anggur di mana sampai sekarang ritual ini masih tetap berjalan di gereja-gereja, padahal ritual roti dan anggur merupakan simbolisasi penting dalam tradisi Osirian, dan juga hampir semua ritual pagan yang memuja Dewa Yang Mati seperti halnya pemuja Dionisius dan Tammuz;

Ketujuh, Yesus menyebut dirinya penggembala yang baik, ini meniru peran Tammuz, yang berabad sebelumnya telah dikenal sebagai Dewa Penggembala;

Kedelapan, Istilah ‘The Christ’ pada awal kekristenan tertulis ‘Christos’, sering tertukar dengan kata lain dalam bahasa Yunani, Chrestos, yang berarti baik hati atau lembut. Sejumlah manuskrip Injil berbahasa Yunani dari masa awal malah menggunakan kata Chrestos di tempat yang seharusnya ditulis dengan Christos. Orang-orang di masa itu sudah lazim mengenal Chrestos sebagai salah satu julukan Isis. Sebuah inskripsi di Delos bertuliskan Chreste Isis.

Kesembilan, dalam Injil Yohanes 12: 24, Yesus mengatakan, “Seandainya biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika dia mati ia akan menghasilkan banyak buah”. Perumpamaan dan konsep ini jelas berasal dari konsep ritual Osirian;

Kesepuluh, dalam Injil Yohanes 14:2 Yesus mengatakan, “Di rumah bapakku banyak tempat tinggal.” Ini benar-benar berasal dari Osiris dan dicopy-paste dari Book of the Dead, Kitab Orang Mati Mesir Kuno yang dipercaya disimpan di kota kematian, Hamunaptra. Ini baru sebagian contoh.

Simbol Salib yang dipergunakan oleh kekristenan dahulu hingga sekarang (juga Katolik) jelas-jelas merupakan simbol Osirian kuno. Bahkan Kristen Koptik di Mesir mengambil simbol Ankh, salib Osiris dalam bentuk asli, sebagai simbol gerakannya. Masih banyak lagi kesamaan konsep kekristenan dengan agama-agama pagan Mesir Kuno, seperti dalam kebangkitan Yesus dari kematiannya, sosok Maria Magdalena dan perannya bersama Yesus, ritus pembaptisan oleh Yohanes, dan sebagainya.

Itulah sejarah dan rahasia dibalik natal 25 desember, lalu bagaimanakah hukum mengucapkan "Selamat Natal dan Tahun Baru" ??? Temukan jawabannya disini.

Anda bisa melihat video singkat tentang rahasia natal

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Natal
http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/rahasia-dibalik-hari-natal.htm#.VJTUOIHAA


download now

Sejarah Gelap Hari Valentine

Sejarah Gelap Hari Valentine



Jamil 21 - Bismillahirrahmanirrahim. Bermula dari ritual paganisme (penyembahan berhala), pengadopsian yang dilakukan oleh gereja Katolik, sampai dengan proses asimilasinya dengan keyakinan dan adat istiadat masyarakat secara luas. Rangkaian panjang itulah yang membentuk Valentine yang kita kenal sekarang. Pemujaan dan perdebatan saling mengisi di dalam proses tersebut. 

Alkisah, pada masa pra-Kristen, setiap tanggal 13 dan 14 Februari dipersembahkan kepada Dewi Cinta Romawi Kuno, Juno Februata. Puncak perayaan bulan cinta dan kesuburan adalah 15 Februari, yaitu Feast of Lupercalia, yaitu festival penghormatan kepada Dewa Lupercus, sang dewa yang berpakaian kulit kambing dan hanya menutupi setengah tubuhnya. Pada perayaan ini para pendeta akan mempersembahkan kurban kambing untuk sang dewa. Kemudian, mereka meminum anggur sambil berlari - lari sepanjang jalan di kota Roma. Dari Juno-Lupass Cave mengelilingi Bukit Palatine. Mereka membawa potongan - potongan kulit domba atau kambing untuk disentuhkan kepada para wanita yang berebutan untuk bisa terkena kulit domba tersebut. Tujuannya agar mereka mendapatkan tuah cinta dan kesuburan dari Dewa Lupercus dan Juno Februata. Pada perayaan ini dilakukan undian seks, yaitu memasukkan gulungan kertas berisi nama - nama wanita Roma ke dalam kotak untuk kemudian diundi. Nama wanita yang keluar akan dijadikan pasangan kencan satu malam oleh para lelaki Roma. 

Hal yang paling mengerikan adalah ritual yang kemudian dilakukan oleh pasangan - pasangan itu. Para lelaki melecuti para perempuan dengan kulit binatang. Ini bukan merupakan siksaan karena keduanya saling menginginkan. Ritual ini mereka yakini akan meningkatkan kesuburan dan kecantikan si Wanita. Lalu, lecutan perih itu tidak hanya dilakukan sekali, tapi terus berlangsung selama upacara berjalan. Para wanita saling menjerit di antara kesakitan dan gairahnya untuk terus - menerus disambar oleh cambukan kulit binatang itu. Sebab, semakin banyak lecutan yang mereka terima, semakin subur dan semakin cantiklah mereka nantinya. 

Asimilasi perayaan berhala ini terjadi beberapa abad kemudian. Pada abad ketiga, Kaisar Claudius II memerintahkan kepada para pemuda dan tentaranya untuk tidak menikah. Sebab, dianggap akan melemahkan mental prajurit yang pada masa itu sedang berperang dengan para musuh negara. Akibat dari pelanggaran ini, banyak peuda diam-diam pergi menemui Santo Valentinus untuk mendapatkan sakramen pernikahan. Namun, sayangnya prosesi itu akhirnya diketahui sang raja zalim. Ia murka dan menangkap St. Valentine. Lalu, mengirimnya ke penjara. Beberapa orang kasihan melihat sang santo, melemparkan surat dan bunga kebalik jendela sel sebagai tanda simpati. Akhirnya pada 14 Februari 269 M, sang Santo pun dieksekusi mati. 

Sebagai agama baru, Kristen berusaha mengambil hati masyarakat Roma dengan mengadopsi perayaan Lupercalia sebagai hari penghormatan terhadap St. Valentinus. Sebagai pengganti lecutan pada tubuh wanita, gereja menggantinya dengan pengiriman surat dan pernyataan cinta dari laki - laki kepada wanita. Sejak itu, perayaan Lupercalia kepada berhala, berubah menjadi perayaan Valentine oleh gereja. Perubahan drastis dilakukan penguasa gereja pada 1969. Sejak tahun tersebut, perayaan valentine dihilangkan dari acara gerejawi karena dianggap sebagai penguatan terhadap ajaran berhala. Terlebih, terdapat ketidakjelasan mengenai siapa sosok Santo Valentine sesungguhnya. Sebab, pada masa itu terdapat empat martir yang bernama sama dan beberapa makan yang sama - sama diklain makan St. Valentine. 

Namun sekarang, kaum sekuler dan liberalis melakukan konspirasi dengan jalan yang tidak sama dengan gereja. Mereka justru menjadikan valentine sebagai perayaan tahunan berkedok kasih sayang. Terjadi pembenaran - pembenaran yang sesat bahwa yang dirayakan perasaan kasih sesama, bukan kepada sejarah berhalanya. Alhasil, hari valentine yang kita ketahui saat ini, berubah menjadi perayaan hura - hura, momentum melepas keperawanan dan melakukan seks bebas dengan pasangan sama seperti sejarah gelap Lupercalia itu sendiri.

Saksikan video Sejarah Valentines Day oleh Hj. Irena Handono (Mantan biarawati)


download now

Tuesday, September 6, 2016

Sejarah Singkat Semboyan Jayati Kediri

Sejarah Singkat Semboyan Jayati Kediri



Jayati Pedia - Artikel kali ini saya akan menjelaskan sejarah sputar semboyan jayati yang tak bukan juga menjadi nama blog ini, tidak kebetulan saya membuat blog ini dengan menyisipkan nama Jayati, Terdapat banyak makna yang di simpan di dalam 1 kata ini, masyarakat kediri pasti sering menjumpai semboyan #jayatikediri di Sosial media, seperti facebook, Twitter, dll.. Lalu apa arti dan kandungan sejarah dibaliknya?

Semboyan Jayati menurut sejarahnya sudah terdapat dalam prasasti Ngantang yang berangka tahun1057 Saka (1135 M). Terpahat dalam batu dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa kuno.
Dalam prasasti Ngantang tersebut tertulis "Panjalu Jayati" yang artinya Kediri menang. Iya, prasasti tersebut dibuat di masa-masa kejayaan Kerajaan Kediri yang pada waktu itu dipimpin oleh Raja Jayabhaya.

Prasasti tersebut dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada Kediri selama perang melawan Kerajaan Jenggala, yang akhirnya dimenangkan oleh Kerajaan Kediri. Dari prasasti yang terukir semboyan Panjalu Jayati tersebut ada dua hal yang  menjadi simbol warga desa ngantang, yakni Kesetiaan Dan Kemenangan.

Bisa kita simpulkan Semboyan Jayati adalah Kemenangan, Kemenangan Kediri | #JAYATIKEDIRI

download now

Friday, August 26, 2016

Inilah Kebakaran Teater Paling Mematikan Dalam Sejarah di Amerika

Inilah Kebakaran Teater Paling Mematikan Dalam Sejarah di Amerika


Sebuah kebakaran besar Pernah terjadi di Teater Iroquois di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Para tamu yang ada di dalamnya pun menjadi korban dalam musibah tersebut.

Lebih dari 600 orang meregang nyawa pada hari itu, 30 Desember 1903. Musibah itu juga disebut-sebut sebagai kebakaran teater paling mematikan dalam sejarah AS. Api yang memblokir seluruh jalan keluar dan kurangnya rencana penyelamatan menjadi penyebab sebagian besar kematian.

The Iroquois Theater yang dirancang oleh Benjamin Marshall dalam gaya Renaissance, sebenarnya bangunan yang sangat mewah dan dianggap tahan api. Tapi ternyata tak demikian adanya.


"Tak diragukan lagi, bangunan itu benar-benar tahan api," kata Komisaris Bangunan Chicago, George Williams, dan inspektur kebakaran Ed Laughlin yang menginspeksi teater sebulan sebelumnya pada November 1903, seperti dikutip dari History.com.

Mereka juga mencatat ada 30 jalan keluar di teater tersebut, 27 di antaranya adalah pintu ganda.

Pada saat yang sama, William Clendenin yang merupakan editor majalah Fireproof yang juga memeriksa Iroquois, menulis editorial pedas tentang bahaya kebakaran di bangunan tersebut. Ia melaporkan bahwa ada banyak potongan kayu di sana, tak ada alarm kebakaran dan tidak ada sistem penyemprot air otomatis.
 

Petaka terjadi ketika pertunjukan sore hari Eddie Foy, Mr. Bluebeard. 27 dari 30 pintu keluar teater terkunci. Manajer panggung, Bill Carlton berada di bagian depan untuk menonton pertunjukan dengan 2.000 tamu, sementara yang lainnya keluar teater untuk minum.

Itu operator sorotan yang pertama kali menyadari bahwa salah satu lampu kalsium memicu muncul api di belakang panggung. Tak memakan waktu lama, daerah yang berisi perlengkapan panggung dari kayu dan kain yang mudah terbakar.

Ketika api mulai membesar di belakang panggung, sang bintang panggung, Foy mencoba menenangkan penonton, memberitahu mereka untuk tetap duduk. Tirai asbes pun diturunkan berharap bisa membatasi kobaran api dari penonton.

Tapi ketika tirai itu tak sepenuhnya turun, kepanikan pun mulai pecah.

Tirai yang sedianya diharapkan menjadi penghalang api justru terbakar. Tak lama kemudian, semua lampu di dalam teater mati dan terjadi desak-desakan di dekat pintu keluar yang terbuka.

Ketika pintu belakang dibuka, pergeseran udara menyebabkan bola api muncul dan meledak di belakang panggung.

Pekerja di teater mulai melarikan diri, lupa untuk membuka pintu keluar darurat yang terkunci. Beberapa pintu yang bisa dibuka paksa berada empat kaki di atas trotoar. Hal itu yang memperlambat proses keluar.
 

Sebagian besar korban meninggal, 591 orang, berada di balkon. Mereka tak bisa ke mana-mana, tidak ada tangga darurat atau tangga untuk membantu menyelamatkan diri untuk melompat ke luar.

Jasad pun akhirnya bertumpuk di dekat pintu keluar balkon yang sempit. Beberapa orang juga tertimbun dan berhasil keluar hidup-hidup dari bawahnya.

Sebagai buntut dari bencana, Williams kemudian diisi dan dihukum. Pun dengan walikota Chicago. Pemilik teater dihukum atas aturan keselamatan yang buruk penyebab kebakaran.

Pada tanggal yang sama tahun 2000, serangkaian ledakan bom meledak di sejumlah tempat di Metro Manila, Filipina. 22 tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Sementara pada 30 Desember 2014, kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang menghilang saat penerbangan dari Surabaya ke Singapura mendapat secercah titik terang. Puing-puing kapal terbang itu dilaporkan ditemukan.
sumber:http://news.liputan6.com/read/2400440/30-12-1903-600-orang-tewas-dalam-kebakaran-teater-iroquois


 


download now